MA'RIFARUL QUR'AN,
KEKENAL AL QUR'AN KARENA ALLAH
SEMOGA KELAK KAU MENJADI SFAFA'AT BAGIKU
USTAD/AH YANG TELAH MENGAJARKAN MEMBACA DAN BELAJAR AL QUR'AN
TERIMALAH SEMMUA AMAL IBADAHNYA
DIK.RINDI,LATIFAH
Qara’a
mempunyai arti mengumpulkan atau menghimpun dan qira’ah artinya menghimpun
huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam satu ucapan yang tersusun
rapih. Al Qur’an pada mulanya seperti Qira’ah,
yaitu Masdar ( infinitive ) dari kata
Qara’a, Qira’atan qur’anan Allah berfirman:
Qs
Al Qiyamah 75:17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah
mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
Qs
Al Qiyamah 75:18. Apabila kami Telah
selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.[1]
Qur’anah
disini berarti qira’atahu (bacaanya atau cara membacanya). Jadi kata itu adalah
mazdar menurud wazan
(tasrif, konjugasi) “fu’lan” dengan vocal “u” seperti “gufran” dan “Syukran” . dapat juga diucapkan
Qara’tuhu, Qur’an, qira’atan wa qur’anan artinya sama saja.disini maqru’ (apa
yang bibaca) diberi nama Qur’an (bacaan) yakni penamaan Maf’ul dengan masdar.
DIK.NIA AGUSTINA
Qur’an
merupakan nama kitab khusus yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW. Sehingga
Al Qur’an menjadi nama khas untuk kitab tersebut, sebagai nama diri. Dan secara
gabungan nama itu dipakai untuknama Qur’an secara keseluruhan, begitu juga
untuk penanaman ayat-ayatnya. Maka jika kita mengdengar orang yang membaca Al
Qur’an kita boleh mengatakan ia sedang membaca Al Qur’an.
Qs.Al
A’Raf: 204. Dan apabila dibacakan Al
Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu
mendapat rahmat].[2]
sebagian
ulama menyebutkan bahwa penamaan kitab ini dengan nama Al Qur’an diantara
kitab-kitab Allah itu karena kitab ini mempunyai makna mencakup inti dari
kitab-kitab lainya, bahkan mencakup inti dari semua ilmu. Hal itu di isyaratkan
dalam firman-Nya:
. (dan ingatlah)
akan hari (ketika) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas
mereka dari mereka sendiri dan kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi
atas seluruh umat manusia. dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk
menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi
orang-orang yang berserah diri. Qs An Nahl 16: 89[3]
38. Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di
bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat
(juga) seperti kamu. tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab[472],
Kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. Qs. Al An’am 6:38[4]
Para ulama menyebutkan
devinisi qur’an yang mendekati maknanya dan mendekati dari yang lainya dengan
menyebutkan bahwa Al Qur’an adalah kalam firman Allah yang diturunkan kepda
nabi Muhammad SAW. Yang membacanya merupakan suatu ibadah. Dalam devinisi
“kalam” merupakan kelompok jenis yang meliputi segala kalam. Dan dengan
menghubungkanya dengan Allah ( kalamullah) berarti tidak termasuk kalam manusia,
jin dan malaikat.
Dan membatasi apa yang
diturunkanya iru hanya kepada Muhammad Saw, tidak termasuk dengan kitab-kitab
yang diturunkan sebelumnya seperti taurat, injil, dan yang lainya.
Sedangkan yang
membacanya merupakan suatu ibadah, yang mengecualikan adalah hadits ahad dan
hadits kudsi bahwa yang berpendapat apabila diturunkan dari Allah itu
kata-katanya sebab kata-kata “pembacaanya sebagai ibadah”artinya perintah untuk
membacanya didalam shalat dan lainya sebagai suatu ibadah. Sedangkan qiraat
ahad dan hadits kudsi tidak demikian halnya.
[1]
Syaamil Al-Qur’an , Al Qur’anulKarimterjemah tafsir perkata, ( Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema) hlm
577
[2]
Syaamil Al-Qur’an , Al Qur’anulKarimterjemah tafsir perkata, ( Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema) hlm
176
[3]
Syaamil Al-Qur’an , Al Qur’anulKarimterjemah tafsir perkata, ( Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema) hlm
277
[4]
Syaamil Al-Qur’an , Al Qur’anulKarimterjemah tafsir perkata, ( Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema) hlm
132

Tidak ada komentar:
Posting Komentar